Senin, 04 Juni 2012

STANDART OPERATING PROCEDURE (SOP) Menjahit Luka


STANDART OPERATING PROCEDURE (SOP)
Menjahit Luka

1.      Tujuan
·        Meningkatkan kualitas pelayanan perawatan luka agar tidak terjadi infeksi lanjut.
·         Mempercepat proses penyembuhan.

2.      Ruang Lingkup
Ruang lingkup tindakan menjahit luka yaitu dilakukan pada pasien/klien yang sedang mengalami luka.

3.      Kriteria Pencapaian
Criteria pencapaian prosedur menjahit luka ini, yaitu:
·         Pasien merasa nyaman.
·         Mempercepat proses penyembuhan luka.
·         Menghindari agar tidak terjadi infeksi lebih lanjut.
·         mendekatkan tepi-tepi luka dan mempertahankan dengan benang atau jahitan sampai tensile strength luka tersebut dapat tersambung.

4.      Definisi
Menjahit luka adalah tindakan mendekatkan tepi-tepi luka dan mempertahankan dengan benang atau jahitan sampai tensile strength luka tersebut dapat tersambung.

5.      Uraian Umum
Luka adalah terputusnya kontinuitas dari suatu jaringan yang disebabkan oleh karena trauma. Klasifikasi luka:
a)     Menurut keadaan hubungan dengan dunia luar.
·        Luka terbuka ( vulnus apertum), adalah luka dimana kulit mengalami kerusakan sehingga nampak jaringan di bawah kulit.
·        Luka tertutup ( vulnus vocclusum ), adalah luka dengan kerusakan jaringan di bawah kulit, sedang kan kulit tidak mengalami kerusakan.





b)    Menurut berat ringannya.
·         Vulnus simplek, adalah luka yang hanya mengenai jaringan kulit.
·         Vulnus komplikatus, adalah luka yang mengakibatkan kerusakan selain jaringan kulit juga jaringan di bawahnya, misalnya jaringan syaraf , otot , pembuluh darah dsb.
c)      Menurut bactieriologinya
·         Luka steril: luka yang sengaja dibuat dan steril, misalnya luka operasi.
·         Luka bersih terkontaminasi : luka yang menembus saluran nafas atau saluran cerna.
·         Luka kontaminasi: luka yang kemungkinan sudah kemasukan kuman tapi belum ada tanda-tanda infeksi, dihitung sampai batas waktu 6 - 8 jam setelah terjadinya luka.
·         Luka infeksi : luka yang sudah melebihi batas waktu 6 - 8 jam atau bila sudah ada tanda-tanda infeksi.

6.      Standart Tenaga
·         1 orang dokter umum
·         1 orang perawat

7.      Standart Alat Dan Bahan
·         Medis
Tromol steril berisi :
ü  Sarung tangan steril
ü  Duk steril
ü  Set alat bedah minor
ü  Benang jahit
ü  Jarum jahit
ü  Kassa steril
ü  Cairan normal saline (NaCl 0.9%)
ü  Cairan antiseptic
ü  Korentang steril dan tempatnya
ü  Obat anastesi
ü  Plester
ü  Gunting plester
ü  Kom steril
ü  Tempat sampah medis
ü  Disposable syringe
ü  Larutan H2O2/perhidrol







·         Non medis
ü  Bed tindakan
ü  Foot step
ü  Meja instrumen
ü  Lemari alkes
ü  Status pasien
ü  Lembar Informed Consent
ü  Tempat sampah tertutup non medis
ü  Lembar rujukan
ü  Alat tulis
ü  Tempat cuci tangan dengan air mengalir
ü  Sabun cair
ü  Handuk kecil
ü  Sikat tangan
ü  Lembar resep dokter
ü  Tirai / sketsel
ü  Selimut
ü  Lampu tindakan
ü  Buku register pasien rawat jalan
ü  Perlak dan pengalasnya

8.      Prosedur Tetap
a.       Mengucapkan salam kepada pasien
b.      Memperkenalkan diri dan menjelaskan prosedur
c.       Melakukan tindakan
d.      Mengakhiri prosedur dengan baik
e.       Permisi kepada pasien dan keluarga
f.       Mendokumentasikan tindakan

9.      Prosedur Operasinal Tetap
a.       Mengucapkan salam kepada pasien
ü  Mengucapkan salam (selamat pagi/selamat siang/selamat malam) kepada pasien.
ü  Menanyakan nama pasien yang akan diberi tindakan.







b.      Memperkenalkan diri dan menjelaskan prosedur
ü  Memberitahu nama kepada klien (Saya A yang akan mejahit luka bapak).
ü  Menjelaskan tujuan dilakukannyan tindakan ini (Bapak, tujuan dilakukanya tindakan ini yaitu agar tidak terjadi infeksi lebih lanjut dan luka bapak cepat sembuh)
c.       Melakukan tindakan.
ü  Cuci tangn dan keringkan, kemudian pakai sarung tangan bersih.
ü  Menyiapkan alat.
ü  Bersihkan luka dengan cairan antiseptic
ü  Ganti sarung tanggan dengan sarung tangan steril.
ü  Jaringan disekitar luka dianestesi
ü  Bila perlu bersihkan luka dengan cairan normal saline (NaCl 0.9%)
ü  Bila luka kotor dan dalam gunakan larutan H2O2/perhidrol 10%.
ü  Pasang duk lobang
ü  Gunakan jarum untuk menjahit kulit, masukan benang kelubang jarum, pada penggunaan jarum melengkung (curved needle)dari arah dalam keluar.
ü  Pegang jarum dengan menggunakan klem kemudian mulai menjahit luka
ü  Jika luka dalam sampai jaringan otot, maka jahit lapis demi lapis(jenis benang disesuaikan dengan jaringan yang robek, contoh: catgut, chromic, side dll.
ü  Ikat benang dengan membentuk sampul
ü  Potong benang, sisakan sepanjang 1 mm (untuk jahitan dalam), 0.65 cm (jahitan luar)
ü  Lanjutkan jahitan luka sampai luka tertutup
ü  Oleskan normal salin/ desinfektan pada jahitan
ü  Tutp dengan kasa steril
ü  Pasang plester/hifafix

d.      Mengakhiri prosedur dengan baik.
ü  Merapikan pasien dan menanyakan respons pasien terhadap tindakan yang kita lakukan (bapak tindakan sudah kami lakukan bagaimana perasaan bapak setelah kami jahit lukanya).
ü  Melepas sarung tangan dan memberisihkan alat.
ü  Mencuci tangan
e.       Permisi kepada pasien dan keluarga.
ü  Permisi dengan pasien dan keluarga dengan berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya (bapak terimakasih atas kerjasamanya sekarang saya akan kembali melakukan tugas saya yang lain bapak bila ada sesuatu bapak atau keluarga bapak bisa panggil saya diruang perawat, selamat siang bapak).
f.       Mendokumentasikan tindakan.





10.  Referensi
Suparmi, Yulia, dkk. 2008. Kebutuhan Dasar Manusia: Panduan Praktik Keperawatan. Klaten: Intan Sejati.
Kusyati, Eni, dkk. 2004. Keperawatan Dasar: Keperawatan dan Prosedur Laboratorium. Jakarta: EGC.
Ely, Achmad, dkk. 2011. Penuntun Praktikum Ketrampilan 1 untuk Mahasiswa D-3 Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer